Menuju Lulusan Kompeten: Siswa ATU SMK PP Negeri Padang Mengatas Terapkan Standar Ketat Manajemen Kesehatan Unggas

Mungo, Kabupaten Lima Puluh Kota – SMK PP Negeri Padang Mengatas terus memantapkan posisinya sebagai SMK Pusat Keunggulan (Center of Excellence) di Sumatera Barat melalui program Teaching Factory (TEFA) yang disiplin. Pada kegiatan praktik terbaru, siswa kelas XI Program Keahlian Agribisnis Ternak Unggas (ATU) di bawah bimbingan Irsan Kurniawan, S.Pt, Gr., melakukan vaksinasi ND-EDS-IB melalui teknik injeksi intra muscular pada ayam petelur umur 16 minggu.

Profil SMK PP Negeri Padang Mengatas

Berlokasi di Nagari Mungo, Kecamatan Luak, sekolah ini merupakan institusi kejuruan negeri berbasis pertanian dan peternakan dengan sistem boarding school. Berdasarkan data tahun 2026, sekolah ini mengelola 515 siswa (Jurusan ATU, ATR, dan Kesehatan Hewan) didukung oleh 68 tenaga pendidik. Dengan visi melahirkan lulusan yang Islami, Kreatif, dan Berkualitas, sekolah terus bertransformasi menuju modernisasi sarana, termasuk pengembangan kandang sistem battery individu untuk efisiensi produksi dan praktik belajar.

Kurikulum Praktik: Dari Tetes Mata hingga Injeksi Berkelanjutan

Mata pelajaran Kesehatan Ternak Unggas di SMK PP Negeri Padang Mengatas tidak hanya memberikan teori, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan teknis sesuai fase pertumbuhan ayam. Program praktik khusus vaksinasi yang disusun meliputi:

  • Vaksinasi Tetes Mata: Diterapkan pada anak ayam atau DOC (Day Old Chick).
  • Injeksi Sub Cutan (SC): Teknik penyuntikan di bawah kulit yang diajarkan dan dipraktikkan pada ayam berumur 1 bulan.
  • Injeksi Intra Muscular (IM): Teknik penyuntikan ke dalam otot yang dilakukan secara rutin pada ayam berumur 2 bulan hingga memasuki masa afkir (usia 90 minggu atau sekitar 24 bulan).

Manajemen Penyakit dan Penentuan Dosis

Selain pencegahan, siswa juga dilatih dalam program pengobatan responsif terhadap berbagai jenis penyakit yang mungkin menyerang ternak:

  1. Penyakit Bakterial: Penggunaan antibiotik yang tepat guna.
  2. Penyakit Parasit: Penanganan endoparasit (cacing) dan ektoparasit (kutu/tungau).
  3. Kasus Viral: Fokus pada peningkatan titer antibodi melalui penanganan manajemen dan suportif.

“Siswa kami didik untuk teliti dalam penentuan dosis dan pemilihan cara aplikasi (lewat air minum, pakan, atau suntikan). Hal ini sangat kru

sial agar pengobatan efektif dan tidak menimbulkan resistensi pada ternak,” tambah Irsan Kurniawan.

Biosekuriti dan Rutinitas TEFA

Dengan populasi mencapai 1.700 ekor ayam yang terbagi dalam tiga kelompok umur berbeda, siswa mengelola program rutin harian dan bulanan yang meliputi:

  • Vaksinasi Revak (Rutin): ND-IB melalui air minum dan ND-AI melalui injeksi IM.
  • Sterilisasi Air Minum: Dilakukan setiap hari sebagai benteng pertahanan biosekuriti primer.
  • Pemberian Obat Cacing: Terjadwal melalui pakan atau air minum.

Proyeksi Karier Lulusan

Keahlian teknis dan pemahaman mendalam mengenai produk kesehatan hewan ini bertujuan membentuk mental “siap kerja” agar siswa dapat berkarier sebagai:

  • Vaksinator Profesional di industri

    atau perusahaan integrasi peternakan.

  • Technical Service (TS) atau Pengawas Kandang yang handal secara teknis.
  • Sales Obat & Vaksin Ternak: Tenaga pemasaran profesional yang memahami farmakologi dan efikasi produk kesehatan hewan.
  • Wirausaha Agripreneur yang mandiri dan mampu meminimalisir risiko kematian ternak melalui manajemen pencegahan penyakit yang benar.

 

2 komentar untuk “Menuju Lulusan Kompeten: Siswa ATU SMK PP Negeri Padang Mengatas Terapkan Standar Ketat Manajemen Kesehatan Unggas”

  1. Mantap….tingkatkan jiwa korsa untuk menbangun anak indonesia hebat di bidang peternakan khususnya unggas…

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *