Pulang ke Almamater sebagai Pemimpin: Camat Luak Jadi Pembina Upacara HARDIKNAS di SMKN PP Padang Mengatas

LUAK – Suasana khidmat menyelimuti lapangan hijau SMKN PP Padang Mengatas pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), 2 Mei ini. Namun, ada yang berbeda dan istimewa dalam upacara kali ini. Sosok yang berdiri di podium Pembina Upacara bukanlah wajah asing bagi sekolah tersebut, melainkan seorang “anak kandung” yang kembali pulang dengan membawa amanah besar.

Camat Luak, Ilda Subul Huriati, S.Ap, M.Si, atau yang akrab disapa Ibu Iing, hadir secara khusus untuk memimpin jalannya upacara. Kehadirannya memicu decak kagum sekaligus rasa bangga di kalangan guru dan siswa, pasalnya Ibu Iing merupakan Alumni SMKN PP Padang Mengatas Angkatan ke-16 yang lulus pada tahun 1998.

Biodata Profil

  • Nama Lengkap: Ilda Subul Huriati, S.Ap, M.Si

  • Nama Panggilan: Ibu Iing

  • Pendidikan Menengah: SMKN PP Padang Mengatas (Alumni Angkatan 16, Tamat Tahun 1998)

  • Pendidikan Tinggi:

    • Sarjana Administrasi Publik (S.Ap)

    • Magister Sains (M.Si)Ilda Subul Huriati, S.Ap, M.Si

  • Jabatan Saat Ini: Camat Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota

Perjalanan Karier

Perjalanan karier Ibu Iing merupakan gambaran dari dedikasi seorang birokrat yang merangkak dari bawah hingga dipercaya memimpin wilayah strategis di Kabupaten Lima Puluh Kota.

1. Akar Pendidikan Vokasi (1994–1998) Berbeda dengan banyak pejabat administrasi umum lainnya, Ibu Iing memiliki latar belakang pendidikan teknis di SMKN PP Padang Mengatas (SNAKMA). Di sini, beliau ditempa dengan kedisiplinan tinggi dan pemahaman mendalam tentang sektor agrikultur, yang menjadi pondasi utama ekonomi masyarakat di Lima Puluh Kota.

2. Pengabdian di Birokrasi Pemerintah Kabupaten Sebelum menjabat sebagai Camat, beliau telah menduduki berbagai posisi strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota. Beliau dikenal sebagai sosok yang teliti dalam administrasi namun tetap luwes dalam pendekatan kemasyarakatan. Kemampuannya dalam mengelola urusan publik membawanya meraih gelar Magister (M.Si) untuk memperkuat kompetensi kepemimpinannya.

3. Menjabat sebagai Camat Luak Dilantik menjadi Camat Luak merupakan momen “pulang kampung” yang sangat bermakna. Sebagai pimpinan wilayah, beliau bertanggung jawab mengoordinasikan pembangunan di nagari-nagari yang menjadi sentra pertanian dan peternakan.

4. Sinergi Program Unggulan Dalam kepemimpinannya sebagai Camat, beliau sangat aktif menyelaraskan visi Bupati Lima Puluh Kota, terutama dalam:

  • Mendorong kemandirian ekonomi nagari melalui sektor pertanian.

  • Memperkuat sinergi antara instansi pendidikan (seperti almamaternya, SMKN PP) dengan program pemberdayaan masyarakat lokal.

  • Meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan pendekatan yang lebih humanis dan responsif.

Karakter Kepemimpinan

Ibu Iing dikenal sebagai pemimpin yang:

  • Inspiratif: Sering memberikan motivasi kepada generasi muda bahwa lulusan SMK memiliki peluang karier yang sangat luas, bahkan hingga ke puncak birokrasi.

  • Merakyat: Karena kedekatannya dengan wilayah Luak, beliau mudah berbaur dengan petani dan peternak di lapangan.

  • Visioner: Memahami bahwa masa depan Luak bergantung pada integrasi antara teknologi pertanian (Agro) dan sumber daya manusia yang terampil.

Nostalgia dan Motivasi di Podium

Dalam amanatnya, Ibu Iing tidak hanya membacakan pidato resmi menteri pendidikan, tetapi juga menyisipkan pesan personal yang menyentuh hati. Beliau mengenang kembali masa-masa saat dirinya masih mengenakan seragam yang sama dengan para peserta upacara, menuntut ilmu di sekolah pertanian dan peternakan yang ikonik di kaki Gunung Sago tersebut.

“Kembali ke sini seperti pulang ke rumah sendiri. Sekolah ini adalah tempat saya ditempa, tempat mimpi saya dimulai. Berdiri di sini sebagai Camat di wilayah tempat sekolah ini berada adalah sebuah kehormatan sekaligus bukti bahwa lulusan SMKN PP Padang Mengatas mampu bersaing dan menjadi pemimpin di tengah masyarakat,” ujar Ibu Iing disambut tepuk tangan riuh.

Nostalgia di Balik Seragam Hijau: Kenangan Ibu Iing di Kaki Gunung Sago

Bagi Ibu Iing, berjalan menyusuri koridor SMKN PP Padang Mengatas bukan sekadar kunjungan dinas. Setiap sudut sekolah ini seolah membisikkan cerita lama. Dalam ingatannya, masih terekam jelas bagaimana ia dan rekan-rekan Angkatan ke-16 memulai hari saat fajar menyingsing.

Pesan untuk Generasi Emas

Sebagai alumni angkatan 1998, Ibu Iing menekankan bahwa tantangan di dunia kerja saat ini memang berbeda dibanding era-nya dahulu. Namun, nilai disiplin dan etos kerja yang diajarkan di sekolah kejuruan tetap menjadi modal utama. Beliau mengajak seluruh siswa untuk tidak berkecil hati bersekolah di bidang vokasi.

“Jangan pernah merasa rendah diri sebagai siswa sekolah menengah kejuruan. Justru dari sini, kalian memiliki keterampilan nyata yang tidak dimiliki orang lain. Jadilah lulusan yang berkarakter, inovatif, dan berani bermimpi besar,” tegasnya.

Sinergi Alumni dan Sekolah

Kehadiran Camat Luak dalam upacara Hardiknas ini menjadi simbol kuatnya ikatan antara almamater dengan para alumninya. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ibu Iing yang tetap peduli dan bersedia meluangkan waktu di tengah kesibukan memimpin Kecamatan Luak untuk memberikan motivasi langsung kepada adik-adik kelasnya.

Upacara diakhiri dengan sesi foto bersama dan diskusi santai antara Ibu Iing dengan jajaran guru senior yang beberapa di antaranya masih mengenali beliau sebagai sosok murid yang tekun semasa sekolah dulu. Momen ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan adalah tangga kesuksesan, dan “pulang” adalah cara terbaik untuk menginspirasi generasi penerus.

Hubungan dengan Kehadiran Ibu Camat (Alumni Angkatan 16)

Kehadiran Ibu Iing di SMKN PP Padang Mengatas menjadi sangat relevan dengan visi Bupati karena:

  1. SDM Unggul: Ibu Iing adalah contoh nyata hasil pendidikan vokasi yang mampu masuk ke ranah kebijakan publik.

  2. Sinergi Wilayah: Sebagai Camat Luak (wilayah tempat Padang Mengatas berada), beliau adalah ujung tombak eksekusi visi Bupati di lapangan untuk memastikan program pertanian dan peternakan berjalan di tingkat Nagari.

  3. Motivasi Siswa: Menunjukkan kepada siswa bahwa visi Bupati tentang “Pertanian Berdaya Saing” membutuhkan anak muda yang cerdas dan berwawasan luas seperti para siswa SMKN PP.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *